Khatib shalat Jumat Tehran, Ayatullah Mohammad Emami Kashani berharap tim juru runding Republik Islam Iran dengan kebijaksanaan yang selama ini mereka tunjukkan, melaksanakan program Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).
Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Emami Kahsani seraya mengingatkan sembilan pasal yang dicantumkan di surat Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei kepada Presiden Hassan Rouhani menandaskan, setelah pengakajian JCPOA di Dewan Tinggi Keamanan Nasional dan parlemen, Rahbar menekankan pelaksanaan kesepakatan ini secara teliti.
Ayatullah Emami Kahsani seraya menekankan pengaruh musuh harus dicegah menambahkan, ekonomi, moral dan politik harus ada pagarnya dan solusi utama bagi kemajuan negara adalah ekonomi muqawama.
Khatib shalat Jumat Tehran juga menilai undangan kepada Iran untuk berpartisipasi di sidang Wina terkait Suriah menunjukkan kebesaran Republik Islam.
Ayatullah Emami Kashani di kesempatan tersebut juga menyebut rezim Al Saud sebagai pengekor Amerika Serikat dan Israel. “Penguasa Al Saud meski mengaku sebagai pelayan Haramain (Mekah dan Madinah), namun negara ini membantai warga Yaman baik tua, muda dan anak-anak.”
Khatib shalat Jumat Tehran menyebut aksi pawai dan demonstrasi pelajar serta mahasiswa di Hari Nasional Anti Imperialis Dunia pada 4 November lalu menunjukkan kelanjutan dari perjuangan pelajar dan mahasiswa di era taghut (pemimpin zalim). “Slogan Mati AS merupakan refleksi dari gerakan perjuangan tersebut,” papar Ayatullah Kashani. (IRIB)